Ketenangan yang mereka nikmati di safe house tepi pantai terasa seperti gelembung yang indah. Dua hari penuh dihabiskan Ethan dan Lily untuk memulihkan diri, merayakan kebebasan mereka, dan merencanakan perjalanan tiga bulan mereka. Mereka telah memesan tiket penerbangan ke kepulauan terpencil di Pasifik Selatan—tempat yang menjanjikan anonimitas total. Namun, gelembung itu pecah ketika mereka harus kembali ke Jakarta. Ethan bersikeras membawa Lily kembali ke kantornya untuk menyelesaikan beberapa dokumen perjalanan dan mengurus visa sebelum mereka terbang dari Bandara. Ia ingin Lily merasa diakui dan dihormati; ia ingin membuktikan bahwa ia tidak lagi menyembunyikannya. "Kita akan melalui ini bersama-sama, Lily," ujar Ethan, saat mereka berada di mobil anti-peluru menuju pusat kota. Eth

