(++) Restorasi Takhta dan Harga Diri

1125 Words

​Pagi di Jakarta kali ini terasa berbeda bagi Lily Rosemont. Tidak ada lagi beban berat yang menekan dadanya saat ia membuka mata, tidak ada lagi bayang-bayang kegelisahan yang biasanya menyergap di sela-sela kesadarannya. Cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden unit penthouse Ethan Blackwell tidak lagi terasa menyilaukan atau mengancam, melainkan hangat dan menyambut. Hari ini adalah hari yang telah lama ia nantikan, hari yang menandai berakhirnya masa "pengasingan" emosional dan profesionalnya. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan trauma skandal, serangan Victoria, dan proses penyembuhan diri yang melelahkan, Lily akhirnya berdiri di garis finis—atau lebih tepatnya, di garis start yang baru. ​Lily berdiri di depan cermin besar di ruang ganti, menatap pantulan dirinya sendiri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD