Batasan yang Rapuh

1092 Words

​"Aku tahu ini menakutkan, Sayang. Tapi bukankah kamu juga menginginkannya?" bisik Ethan. "Malam-malam kita di sini, makan malam kita ... itu bukan pelarian, itu adalah kenyataan yang aku butuhkan untuk tetap hidup. Kamu melihat bagaimana aku di rapat, dingin dan kejam. Itu hanya topeng. Topeng itu melekat erat. Aku butuh kamu untuk membantuku melepasnya, atau aku akan hancur." ​"Beri aku waktu seminggu ini, Lily. Seminggu ini kita harus hidup seperti ini, tanpa batas, agar aku bisa memenangkan perang di Jakarta. Setelah itu, kita bisa memikirkan batasan." ​Ini adalah senjata paling mematikan Ethan. Dia merangkul Lily erat, memeluknya seolah dia adalah anak yang tersesat. ​"Tolong, Sayang. Jangan tinggalkan aku," pinta Ethan, suaranya penuh kesedihan. "Aku baru saja membuka diri tentang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD