Kembali ke suite mewah, Lily bersiap untuk malam itu. Dia tahu bahwa profesionalismenya di meja negosiasi telah membakar hasrat Ethan. Ethan memasuki kamar dengan sebotol champagne yang jauh lebih mahal dari sebelumnya. Dia tidak lagi memimpin dengan mendesak. Kali ini, Ethan memimpin dengan pemujaan dan kekaguman. "Aku ingin membuatmu merasa dicintai, Sayang," bisik Ethan. Ethan mencium Lily dengan lembut, sebuah ciuman yang lambat, penuh rasa syukur. Lily merespons dengan kelembutan yang sama, membiarkan Ethan memimpin perayaan ini. Ciuman itu lembut, namun di balik kelembutan ada rasa hormat yang mendalam. Tangan Ethan membelai pipi Lily, lalu turun ke leher, seolah ia sedang menyentuh mahakarya. "Tadi ... di ruang rapat, kamu membuatku sangat bangga," bisik Ethan. "Aku men

