Bab 168

1071 Words

Fabian tidak pernah berniat mendekati kolam ikan itu sendirian. Pagi itu halaman belakang rumah terasa ramai seperti biasa. Matahari belum terlalu tinggi, udara masih sejuk, dan suara gemericik air kolam berpadu dengan kicauan burung. Celine sedang duduk di kursi taman, satu tangan memegang perutnya yang sudah mulai membesar, sementara Frans berdiri tak jauh, berbicara dengan tukang kebun mengenai tanaman baru yang akan ditanam di sudut halaman. Fabian berlarian di sekitar halaman dengan mobil-mobilan kecil di tangannya. Sesekali ia tertawa sendiri, sesekali ia bersuara menirukan bunyi mesin. Ia tidak sadar langkahnya semakin mendekat ke arah kolam ikan. Kolam itu tidak terlalu dalam, tetapi cukup untuk membuat anak seusianya panik jika terjatuh. Semuanya terjadi begitu cepat. Kaki Fabi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD