Bab 167

997 Words

Fabian berdiri di tengah ruang keluarga dengan kedua tangan di pinggang kecilnya. Wajahnya sudah bersih, rambutnya masih sedikit berantakan karena tidur siang, tetapi matanya menyala terang. Ada sesuatu yang sedang ia rencanakan dengan sangat serius. Leon dan Luna duduk di karpet, saling berdekatan, masih memegang biskuit yang tadi hampir memicu perang dunia kecil di antara mereka. Keduanya menatap Fabian dengan waspada. Fabian melangkah perlahan mendekati mereka. Setiap langkahnya dibuat sangat dramatis, seperti sedang menjadi tokoh utama dalam cerita petualangan. Leon berhenti mengunyah. Luna refleks memeluk lututnya. “Apa Fabian mau?” Leon bertanya pelan, suaranya terdengar ragu. Fabian tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum kecil, senyum yang membuat Leon dan Luna semakin curig

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD