Bab 69

1140 Words

Jay berdiri di depan kaca wastafel ruang kecil yang digunakan keluarga pasien. Rambutnya masih basah, air menetes ke leher dan menodai kaus hitam yang ia kenakan. Di luar, suara mesin monitor dari ruang ICU terdengar samar, berirama pelan namun menyakitkan—karena setiap bunyi itu mengingatkan bahwa Celine dan Frans masih terbaring lemah, belum membuka mata sejak kecelakaan itu terjadi hampir dua minggu lalu. Tangannya menggenggam wastafel erat. Ia menatap bayangannya sendiri, wajah letih dengan lingkar mata hitam, dan di balik tatapan itu, amarah yang menumpuk semakin sulit ditahan. Ia menarik napas dalam, mencoba tenang, namun yang keluar justru dengusan keras penuh frustrasi. “Sudah dua minggu, dan tidak ada hasil,” gumamnya pelan. “Dua minggu, dan polisi bilang ini kecelakaan biasa? K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD