Langit di luar jendela ruang ICU tampak kelabu, seolah ikut menahan napas bersama mereka yang berjaga. Suasana di koridor rumah sakit sunyi, hanya terdengar langkah kaki perawat yang berlalu-lalang dan bunyi alat medis yang monoton. Di dalam ruang itu, selang infus tersambung tenang pada lengan Celine; monitor berdetak pelan mengukur setiap tarikan napasnya. Seorang wanita berpakaian putih berjalan menyelinap dari balik tirai. Wajahnya tertutup masker, rambutnya disanggul rapi, dan nametag palsu bergoyang samar di dadanya. Dia bergerak dengan langkah tenang, membawa sebuah jarum suntik yang terbungkus rapih—sikapnya terlihat profesional, meyakinkan. Di telinganya masih tergantung earpiece kecil; suara yang tidak terdengar mendorongnya maju: perintah Alana harus dipenuhi. Rasa dingin naik

