Bab 132

2282 Words

Frans bangun paling awal pagi itu, membuka tirai kamar perlahan agar cahaya matahari tidak terlalu menyilaukan. Ia menoleh ke arah Celine yang masih tidur memeluk guling, rambutnya berantakan tetapi wajahnya terlihat damai. Frans tersenyum kecil, lalu membungkuk mencium kening istrinya sebelum beranjak ke kamar anak-anak. Di kamar sebelah, Fabian masih meringkuk seperti kepiting kecil, memeluk selimut seolah takut terbang. Frans menepuk bahunya pelan sambil berkata, “Bangun, Nak. Kita mau pergi jauh hari ini.” Fabian terlonjak, langsung duduk dengan rambut kusut. “Kemana, Papa? Jangan bilang ke museum lagi… museum kemarin bikin aku teriak banyak banget.” Ia memijat dadanya dramatis seolah mengingat trauma dinosaurus bergerak dari kemarin. Frans tertawa. “Tidak. Hari ini kita ke Nara. Mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD