Bab 155

1085 Words

Fabian sudah mulai merengek sejak pagi. Awalnya hanya gumaman kecil sambil duduk di sofa ruang tengah, memeluk bantal kesayangannya. Celine yang sedang melipat pakaian sempat mengira putranya hanya ingin manja. Namun gumaman itu berubah menjadi suara lirih yang semakin lama semakin jelas. “Mama…” Celine menoleh. “Iya, sayang?” Fabian menggeser tubuhnya turun dari sofa dan berjalan mendekat, menarik ujung baju Celine. “Mama, Fabian mau ke mall.” Celine berhenti melipat. “Ke mall? Kenapa?” Fabian mengangkat wajahnya, matanya besar dan penuh harap. “Mau ke toko buku.” Frans yang sedang membaca koran ikut melirik dari kursinya. “Toko buku?” Fabian mengangguk cepat. “Iya, Papa. Fabian mau beli kotak pensil.” Celine tersenyum kecil. “Kotak pensil Fabian kan sudah ada.” Fabian lan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD