Bab 156

1078 Words

Malam itu suasana rumah terasa tenang. Lampu ruang tengah menyala temaram, televisi menampilkan acara yang sedang ditonton Celine dan Frans tanpa benar-benar mereka perhatikan. Celine bersandar di sofa, kakinya diluruskan, sementara Frans duduk sedikit menyamping sambil memegang remot. Fabian muncul dari arah lorong kamar dengan langkah kecil cepat. Wajahnya serius, alisnya sedikit berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Bocah itu berhenti sejenak, menatap kedua orang tuanya yang duduk berdampingan, lalu berlari menghampiri mereka. “Papa! Mama!” Fabian memanjat sofa dengan lincah, menyelipkan tubuh kecilnya di antara Celine dan Frans. Dia duduk di tengah-tengah, punggungnya bersandar pada sandaran sofa, kakinya menjuntai, wajahnya menghadap lurus ke depan seolah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD