Bab 139

2327 Words

Pagi itu Jakarta terasa lebih hangat dari biasanya. Matahari baru saja naik ketika Fabian duduk di karpet ruang tengah sambil memainkan lego kesayangannya. Bocah itu mendudukkan beberapa mini figure di depan sebuah bangunan kecil yang ia susun semalam bersama Frans. Namun pagi ini, perhatiannya teralih pada suara-suara langkah kaki dari luar rumah. Rumah mereka berada di kawasan yang cukup ramai, sehingga suara anak-anak kecil yang lewat selalu terdengar jelas dari balik jendela besar. Fabian menoleh cepat. Ia bangkit, berjalan kecil ke arah jendela, lalu berdiri dengan kedua tangannya menempel di kaca. Matanya membesar ketika ia melihat beberapa anak memakai seragam merah putih berjalan beriringan sambil membawa tas, sebagian naik mobil jemputan sekolah. Anak-anak itu terlihat begitu rap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD