Suasana sore itu di rumah Celine dan Frans hangat, meski matahari mulai condong ke barat. Jay sudah berdiri di dekat pintu, ranselnya tersampir di bahu, bersiap untuk pulang. Fabian yang melihat pamannya bersiap pergi, tiba-tiba menjerit, “Om Jay jangan pulang! Tinggal di sini aja, ya? Aku mau Om Jay nginep di rumah kita!” Celine yang sedang menyiapkan camilan sore untuk Fabian terkejut dan tersenyum melihat ekspresi putranya yang memelas. Frans menepuk bahu Fabian dengan lembut. “Nak, Om Jay harus pulang, nanti dia capek di jalan,” katanya menenangkan. “Tapi aku mau Om Jay nginep di sini! Aku janji nggak akan ganggu!” Fabian merengek sambil memeluk kaki Jay, membuat paman yang biasanya tegas ini tak kuasa menolak. Jay tersenyum sambil menatap Fabian, hatinya meleleh melihat kepolosan d

