Bab 147

1975 Words

Fabian meneguk s**u hangat buatan mamanya perlahan-lahan, matanya berbinar-binar karena rasanya yang pas dan hangat. Setiap tegukan membuat senyumnya melebar, dan sesekali ia menatap Celine dengan penuh rasa kagum, seolah mengatakan “mamaku paling hebat.” Celine duduk di samping tempat tidurnya, memeluk Fabian sebentar sebelum meletakkan cangkir s**u di mejanya. “Besok pagi, mamaku,” kata Fabian sambil meneguk terakhir s**u itu, “buatkan aku bekal yang banyak, ya. Aku mau berbagi sama teman-temanku.” Celine tersenyum lembut, menepuk bahu putranya. “Tentu saja, nak. Mama buatkan banyak supaya kamu bisa berbagi. Mama senang kamu mau berbagi dengan teman-temanmu.” Fabian tersenyum lebar, matanya bersinar penuh semangat, merasa bangga karena bisa berbagi sesuatu dari bekal yang dibuat mamany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD