Celine duduk di sofa ruang tengah dengan posisi setengah berbaring, satu tangan memegang perutnya, satu tangan lagi memainkan bantal kecil. Wajahnya ditekuk, bibirnya maju bebherapa senti, jelas-jelas sedang merajuk. Frans berdiri tak jauh darinya, melipat lengan d**a sambil menghela napas panjang. “Frans…” suara Celine dipanjangkan, manja tapi mengandung ancaman. Frans melirik sebentar lalu kembali menatap ponselnya. “Tidak.” “Belum aku bilang apa-apa.” “Aku sudah tahu,” jawab Frans cepat. “Sushi.” Celine mendecak. “Kamu tuh nggak romantis. Istri lagi hamil, ngidam, malah ditolak.” Frans berjalan mendekat. “Aku bukan nggak romantis. Aku masuk akal.” “Apa salahnya makan sushi? Aku makannya cuma sedikit.” “Celine,” suara Frans menurun tapi tegas, “itu ikan mentah.” Celine langsung

