Bab 142

2170 Words

Pagi itu, sinar matahari menembus tirai kamar Fabian yang masih setengah mengantuk. Tapi berbeda dari biasanya, kali ini ia sudah bangun lebih pagi dan langsung menggedor pintu kamar Celine. “Mama! Fabian mau ke bandara!” serunya lantang, membuat Celine terperanjat setengah sadar. “Eh… bangun pagi banget kamu, nak. Kenapa mau ke bandara?” tanya Celine sambil bangkit dari tempat tidur. “Om Jay dan Tante Liora pulang dari Paris, Mama! Fabian mau jemput mereka!” jawab Fabian dengan mata berbinar. Celine menahan tawa. Ia menatap Frans yang baru saja keluar dari kamar mandi, handuk masih melingkari pinggangnya. “Dengar itu, Frans?” ujar Celine sambil menepuk pipi Fabian pelan. “Anak kita sudah pintar banget ya, tahu jadwal orang pulang.” Frans tersenyum lebar. “Heh, hebat juga ya dia. Tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD