Bab 95

2643 Words

Celine menatap Fabian Frederick Devaron dengan mata berbinar-binar, rasa lega dan bahagia memenuhi dadanya ketika melihat bayi mungil itu minum ASI dengan lahap. Setiap tegukan membuat Celine tersenyum penuh haru, merasakan ikatan yang begitu dalam antara dirinya dan buah hatinya. Fabian, dengan pipi chubby-nya yang merah merona, sesekali mengerang kecil, menegaskan rasa puasnya sambil menggenggam lembut jari Celine dengan tangan mungilnya yang masih begitu rapuh. Frans yang duduk di kursi dekatnya, terus mengamati momen itu dengan mata penuh cinta dan kekaguman. Ia tidak bisa menahan senyum lebar melihat istrinya begitu bahagia, dan bayi mereka yang tampak begitu tenang dan puas. “Cel… lihat dia, Fabian terlihat sangat senang. Aku bisa merasakan betapa bahagianya kau juga,” katanya sambi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD