Bab 94

2744 Words

Kehadiran bayi lelaki mereka di rumah sakit membuat Frans dan Celine sama-sama terpesona. Bayi mungil itu tidur dengan tenang di dalam box bayi, wajahnya begitu tampan, dengan bibir mungil yang kadang tersenyum seperti sedang bermimpi. Frans menatap wajah kecil itu, tak bisa berhenti tersenyum, seolah melihat refleksi dirinya di mata anaknya. Celine duduk di sampingnya, tangan mengelus perutnya sendiri dulu, kini mengelus kepala bayi itu dengan lembut, matanya penuh kasih sayang. “Kau lihat, Frans… dia tampan sekali, sama seperti ayahnya,” bisik Celine sambil tersenyum tipis, matanya menatap bayi yang sedang tidur pulas. Frans menundukkan kepala, menatap wajah kecil itu, dan tersenyum lebar, rasa bangga bercampur bahagia menyelimuti hatinya. “Mmm… iya, Cel… dia tampan… bahkan lebih tampa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD