Bab 144

2127 Words

Fabian yang sedang asyik dengan krayon dan kertasnya, tengah menggambar bentuk-bentuk sederhana—lingkaran, segitiga, dan beberapa coretan warna-warni yang tampak lucu di mata orang dewasa—tiba-tiba terganggu. Dua anak sebayanya, yang juga duduk di meja bermain, mulai menyenggol kertas Fabian. Tanpa peringatan, salah satu dari mereka mengambil krayon Fabian dan si anak lain menyobek sedikit kertas gambarnya. Fabian menatap mereka dengan mata membulat penuh marah. “Eh! Itu gambar Fabian! Jangan rusak!” teriaknya sambil mencoba menarik kembali krayon dan kertasnya. Anak-anak itu malah tertawa kecil, membuat Fabian semakin kesal. Ia menggenggam erat kertasnya, lalu meninju meja kecil dengan tangan mungilnya. “Jangan ganggu Fabian!” Guru yang mengawasi segera berlari mendekat. “Fabian, henti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD