Bab 117

1984 Words

Pagi itu rumah masih terasa hangat dengan aroma roti panggang yang keluar dari dapur hotel. Celine duduk di karpet tebal kamar sambil menata berbagai mainan edukatif: balok warna-warni, puzzle kayu, mobil-mobilan kecil, dan beberapa bentuk geometri. Fabian yang baru selesai mandi dengan pipi merah-merah karena udara dingin langsung berlari kecil mendekati ibunya. “Mamaaa,” serunya dengan suara serak kecil. “Fabian mau main itu!” Ia menunjuk balok segitiga warna biru laut. Celine tertawa kecil. “Iyaaa, sayang. Sini duduk sama Mama dulu. Kita mau bangun apa hari ini?” tanyanya sambil menepuk-nepuk lantai di sampingnya. Fabian menatap balok-balok itu dengan mata berbinar. “Mau buat kastil besar sekali! Mau tinggi! Tinggi banget sampai kena lampu!” katanya sambil menunjuk lampu gantung kama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD