Celine menyandarkan kepalanya di d**a bidang Frans, merasakan detak jantung suaminya yang tenang dan hangat. Mata mereka saling bertemu, dan senyum tipis tersungging di bibir Celine. “Frans… kau mau tahu nggak jenis kelamin bayi kita?” tanyanya dengan suara lembut namun penuh antusiasme, matanya berbinar menatap wajah Frans. Frans menggeleng pelan, tangannya menyentuh pipi Celine dengan lembut. “Cel… aku nggak mau tahu sekarang. Aku mau kejutan. Apapun jenis kelaminnya, aku akan senang… aku akan mencintai bayi kita tanpa mempedulikan apakah laki-laki atau perempuan,” katanya sambil tersenyum hangat, membuat Celine merasa nyaman dan tenang. Celine tersenyum, menepuk d**a Frans pelan. “Frans… kau selalu bisa membuatku merasa aman… bahkan di tengah rasa penasaran yang luar biasa ini,” katan

