Bab 137

2262 Words

Pagi itu matahari Paris memantulkan cahaya lembut yang menembus tirai sutra kamar hotel mereka, mengisi ruangan dengan kehangatan yang mengundang. Jay sudah bangun lebih dahulu, berdiri di depan jendela besar yang menghadap langsung ke jalanan Paris yang masih lengang. Ia menikmati secangkir kopi hitam sambil sesekali melirik ke arah tempat tidur, melihat Liora yang masih terlelap dengan rambut panjang yang terurai di atas bantal. Ada raut lembut di wajah Jay ketika memandangi calon istrinya itu, seperti seseorang yang masih saja tak percaya bahwa wanita yang ia cintai kini berada di sisinya setiap detik, melewati hari demi hari bersama tanpa ada lagi alasan untuk meragukan masa depan mereka. Begitu Liora mulai bergerak pelan dan membuka mata, Jay menoleh. “Kamu sudah bangun?” tanya Liora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD