Celine sudah duduk di kursi penumpang depan dengan kacamata hitam besar yang menurutnya membuatnya “tidak terdeteksi”, sementara Frans berada di kursi pengemudi sambil menahan tawa karena istrinya terlihat persis seperti mata-mata amatir dalam drama TV murah. Fabian duduk di kursi belakang, memeluk kotak biskuit kesayangannya. Setiap beberapa detik terdengar suara *krek krek* dari mulut kecilnya, diselingi celotehan tak jelas. “Papa… Mama… Jay mana?” Fabian bertanya sambil menepuk-nepuk kursi depan. “Shhh, sayang,” Celine menoleh sambil berbisik dramatis. “Kita harus diam. Kita lagi misi rahasia.” Fabian langsung memutar tubuh kecilnya dan meniru gaya bisikan mamanya. “Rahasa…” lalu mengunyah biskuit lagi. Frans menahan tawa sampai tubuhnya sedikit bergetar. “Celine… kamu yakin mau la

