Di Jogja bersama sepupunya, membuat Lyra bisa menyusun beberapa rencana baru jika memang kedua orang tuanya memaksanya untuk kuliah di sana. Lyra memang sudah enggan belajar menghapalkan bermacam rumus. Karenanya ia akan memilih kampus swasta saja. Pariwisata sebetulnya menarik untuk Lyra. Ia mungkin bisa memiliki kesempatan untuk menyalurkan hobby travellingnya. Atau ia bisa saja mengambil komunikasi untuk mengasal bakat yang sebenarnya ia miliki. Setidaknya kali ini, Lyra kembali ke Jakarta membawa gambaran yang lebih jelas tentang masa depannya. Meski pilihan pertama Lyra tentu saja tidak perlu kuliah. “Lho kok Mas Candra yang jemput?” Lyra memicing memastikan penglihatannya. “Mama Papa masih jam kerja di kantor,” jawab kakaknya logis, seraya mengambil alih tas Lyra. “Gimana, Jogja?

