“Terima kasih, Pak Aspri,” ucap Zahra setelah Bara memberikan kantong plastik berisi rujak yang dia inginkan pada suaminya. Tersenyum melihat Bara mengangguk. Zahra mengalihkan perhatian pada adiknya. Menatap lekat sang adik beberapa saat sebelum membelah sepasang bibirnya. “Lea, Mbak minta tolong ambilin piring sama sendok, dong.” “Oh … oke.” Lea mengangguk sebelum kemudian mengayun sepasang kakinya. Zahra memperhatikan pergerakan sang adik menjauh, sebelum mengalihkan perhatian pada Bara. Ia sempat melihat Bara memperhatikan Lea sebelum pria itu buru-buru menggeser fokus matanya. “Kalian sudah baikan?” Pertanyaan Zahra membuat Bara dan Naka menoleh. Bola mata Naka bergerak mengikuti arah pandangan sang istri. Bara berdehem. Pria itu melangkah lalu menarik satu kursi. Mengarahkan ke

