Delvin menarik pakaiannya dan menutupi bagian paling sensitif dari tubuhnya ini. Lantas Gianna menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang sempat terekspos tadi. "Sayang." Baru satu kalimat yang Delvin ucapkan sudah membuat Gianna tahu siapa wanita yang ada di sana itu. Gianna menelan salivanya dan menundukkan kepala. Sedangkan Delvin cepat-cepat mengenakan pakaiannya kembali sebelum mengejar wanita yang telah pergi dari ruangan ini. "Sayang tunggu, Sayang!" seru Delvin sambil mengancingkan kemejanya lagi dan berlari mengejar Gretha yang baru saja keluar dari pintu depan. Delvin melesat dan mencengkram lengan Gretha yang gemetaran. Dia basahi kerongkongannya yang terasa kering dan menatap Gretha yang wajahnya nampak pucat. "Aku... aku bisa jelaskan semuanya. Yang tadi bukan seperti...

