Sora teringat akan sesuatu. Ia mengeluarkan amplop dari tasnya, dan menyodorkannya pada Ersya. "Apa ini?" tanya Ersya. "Buka aja! Aku yakin itu bisa membuatmu membatalkan rencana gila itu," ucap Sora. Ia yakin, Ersya akan luluh setelah membaca surat dari rumah sakit itu. Dengan rasa penasaran dan harap yang cukup tinggi, Ersya bergegas membuka amplop bertahtakan logo sebuah rumah sakit itu. Ia membaca perlahan surat yang ada di dalamnya, dan ... "Kamu hamil?" Ersya terkejut. Sora dapat melihat binar, yang Sora artikan sebagai sebuah harapan untuknya. Sora mengangguk. "Sebenarnya aku mau minta hasil USG-nya. Tapi anak kita belum terlalu kelihatan. Jadi sebagai gantinya, aku minta surat pernyataan dari dokternya," terang Sora. "Tapi dokter itu yakin kok kalau aku hamil. Dan memang beber

