“Kamu masih tidak mau menemuinya?” Sora terkejut mendengar suara pria paruh baya dari arah belakang tubuhnya itu. Ia menoleh, kemudian menggelengkan kepalanya. “Tolong ya, Pa.” Ini bukan kali pertama ia meminta bantuan ayahnya mengenai hal yang sama. Dan Sakti sudah tahu apa yang harus ia lakukan setelah Sora mengatakannya. “Kamu yakin? Menurut Papa, sebaiknya kalian bicara dulu, Sora. Coba beri dia kesempatan buat menjelaskan, dan minta dia buat mau mendengar penjelasanmu juga. Masalah kalian itu, harusnya kamu hadapi, bukan sekadar kamu hindari. Kasihan anak kamu,” kata Sakti. “Justru Sora melakukan ini karena anak Sora, Pa. Sora masih bisa maafkan kalau Ersya cuma berpikiran buruk soal Sora. Tapi anak ini … dia nggak salah apa-apa. Sora nggak terima anak Sora diperlakukan seperti ini

