Bab 78-Istri Nakalku!

1531 Words

Belakangan Sakti kian coba mendekatkan diri pada putrinya, Sora menyadari itu. Pesan-pesan perhatian, menanyakan kabar dan support untuk yang sedang Sora mengerjakan skripsi. Tapi, Sora lebih banyak mengabaikan Sakti. Ia ingin melihat sejauh apa perjuangan Sang Ayah serta menyadari kesalahannya. Sora juga perlu meyakinkan diri jika Sakti melakukannya bukan semata-mata karena butuh dukungan dana dari Ersya. “Ya, ini aku udah mau pulang. Aku baru aja ambil data-data penelitianku. Tadi orang yang aku wawancarai pun sangat membantu, enggak mempersulit.” “Menyetirnya hati-hati,” “Iya, sayang… selamat bekerja,” Sora menutup teleponnya. Baru saja bicara dengan Ersya, Sora hendak masuk mobil saat melihat seseorang menghampirinya. David, mereka memang janjian bersama hari ini. “Kenapa?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD