Bab 88-Trapped 2

1530 Words

Ersya meletakan alat makannya, meski baru beberapa suap. Ia meraih gelas, minum beberapa teguk. Perasannya kian gelisah. Sikap anehnya bahkan terbaca oleh asisten rumah tangganya. “Kenapa, Den? Makanannya kurang rasa?” tanya Wati cemas. “Bukan karena makanannya. Tapi, rasanya ada yang salah, seperti kurang," jawab Ersya. Bi Wati justru mengulas senyum, “pasti karena nggak ada Non Sora yang biasa temani makan.” Ersya mengangguk. Pasti ya karena itu. Tapi, ia tidak mau jadi suami egois yang melarang Sora mengerjakan urusannya, terlebih Sora memang masih di usianya untuk memiliki waktunya sendiri atau bersama teman-temannya. Hanya beberapa jam ke depan, Sora akan pulang, kembali padanya. Ersya meyakini itu, berusaha alihkan pikirannya. Tetapi, Sora berhasil menguasai pikiran dan hati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD