Bab 89-Terlalu Pahit!

1622 Words

“Sya, ini… tidak seperti yang kamu lihat. Ersya—” “Bukan seperti yang aku lihat? Sungguh Sora? Lihat dirimu, aku bahkan mengingat dress dan warna pakaian terakhirmu saat meninggalkan rumah.” Mata Ersya yang menatap nanar lalu menelusuri apartemen itu hingga menemukan dress yang terakhir Sora pakai tergeletak asal di sebuah sofa. Sora yang linglung, hanya tahu jika ia tak ingat apa pun. Ia hanya beringsut maju, coba meraih Ersya, suaminya. “Aku tidak ingat apa pun. Aku dijebak.” Ersya menggelengkan kepala, tidak ada kalimat yang lagi keluar dari mulutnya. Ersya merapatkan bibirnya rapat bersamaan air mata yang tiba-tiba mengalir di matanya. “Ersya, aku bisa jelaskan—” Ersya malah menggelengkan kepala, dia bergerak dan mengusap wajahnya. Tampak tak terkendali. Rasa sakit David ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD