Hujan malam itu turun tanpa jeda sejak sore. Di kamar, Reema duduk bersandar di tepi ranjang. Hanya lampu tidur yang tidak terlalu terang yang menemaninya, memantulkan cahaya kuning ke dinding, menimbulkan bayangan samar di wajahnya. Di pangkuannya, terdapat secangkir teh melati yang sudah dingin. Uapnya sudah lama lenyap, sama seperti semangat di matanya. Pikirannya berkelana entah ke mana. Di luar sana, dunia sedang menuding. Nama Dante jadi headline di semua portal berita. Foto mereka berdua tersebar di mana-mana. Ia bahkan tak berani membuka ponselnya lagi sejak siang tadi. Notifikasi pesan masuk menumpuk, sebagian besar dari nomor tak dikenal, sebagian lagi dari akun-akun media gosip yang meminta “klarifikasi.” Ia tidak tahu mana yang lebih menyakitkan — kenyataan bahwa orang-oran

