Sebuah Penawaran Besar

2942 Words

Dante turun dengan wajah datar, Di tangannya terdapat sebuah map hitam berisikan dokumen proposal penawaran yang sudah ia siapkan. Arlo mengiringinya sampai ke pintu lift. “Bapak yakin nggak mau saya tunggu di sini?” tanya Arlo pelan. “Tidak usah. Ini urusan pribadi,” jawab Dante tanpa menoleh. Ia menghela napas panjang begitu lift itu membawanya naik. Bau metalik dan suara mesin lift yang naik terasa menyesakkan. Setiap detik yang berlalu mengingatkannya akan kata-kata ayahnya: ‘Pertahankan posisimu, apa pun caranya.’ Ia tahu. Pertemuan kali ini tidak akan mudah. Seluruh hidupnya akan dipertaruhkan di titik ini. Begitu pintu lift terbuka di lantai paling atas, sekretaris pribadi Pak Anggara sudah menunggu. “Pak Dante, silakan. Pak Anggara dan Nona Meiska sudah menunggu di ruang per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD