“Selamat, Pak. Rapatnya berjalan cukup lancar. Mereka semua mulai kembali percaya pada Anda. Dan Anda bisa mempertahankan posisi Anda lagi.” Dante hanya menatap meja. Tangannya bertaut, buku-buku jarinya memutih karena terlalu keras menekan. “Percaya karena apa, Hans? Karena uangnya sudah masuk?” Hans menghela napas panjang. “Karena Anda berhasil menunjukkan kalau Anda bisa menyelamatkan perusahaan ini.” Ia menaruh map di meja, lalu mendorongnya ke arah Dante. “Ini dokumennya. Transfer sudah masuk jam sebelas tadi malam. Total tujuh puluh lima miliar. Langsung ke kas utama perusahaan.” Dante memejamkan mata sebentar. Antara lega dan muak, rasanya sulit dibedakan. Hans melanjutkan, “Selain itu, dua kontrak kerja sama juga sudah disetujui. Masing-masing dari anak perusahaan Anggara Grou

