Jatuh Pingsan

2558 Words

Jarum jam di dinding ruang kerja menunjukkan pukul 17.30. Sebagian besar karyawan sudah mulai berkemas, suara kursi bergeser dan bisikan obrolan pulang terdengar ramai di luar ruangan. Namun Reema masih duduk di balik meja kerjanya, menatap layar laptop yang sudah lama padam. Sejak siang tadi, konsentrasinya nyaris tak pernah kembali sepenuhnya. Bayangan suara perempuan yang memanggil Dante dengan begitu akrab terus mengiang di telinga, membuat dadanya sesak setiap kali ia mengingatnya. Reema menarik napas panjang, lalu menundukkan kepala di atas kedua tangannya yang terlipat di meja. “Aku harus kuat. Aku nggak boleh mikirin macam-macam…” bisiknya, berusaha menenangkan diri. Suara ketukan pelan di pintu membuatnya mengangkat kepala. Mona, sopir pribadinya yang setia, menyembul di amban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD