Jarak

2625 Words

Hujan gerimis turun saat Reema sampai di depan apartemen. Udara lembap menempel di kulit, dan aroma tanah basah bercampur dengan wangi aspal setelah diguyur hujan. Ia sempat menatap ke arah langit gelap sebelum menunduk, menarik napas dalam-dalam. Ada sesuatu yang menggantung di dadanya. Lift bergerak naik dengan suara berdengung pelan. Di pantulan pintunya, ia melihat wajah sendiri. Pucat, dengan mata sedikit sembab. Hatinya masih tertinggal di rumah Utari, bersama kisah pahit yang sulit dihapus dari kepala. Tapi di saat bersamaan, pikirannya juga melayang ke satu nama lain, yaitu Dante. Begitu sampai di lantai unitnya, Reema membuka pintu perlahan. Gelap. Tak ada cahaya sedikit pun menyambutnya. Ia berdiri di ambang pintu beberapa detik, menatap ke dalam. Biasanya, meski Dante belum p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD