Bab 50

1071 Words

Henrik tertidur, sementara Nina—yang sebelumnya telah beristirahat di rumah sakit—tidak merasa lelah. Namun, pelukan Henrik yang begitu kuat membuatnya hampir mustahil untuk melepaskan diri. Suaminya masih tidur dengan wajah dekat pada rambutnya. Cuaca sedang dingin, sehingga Nina justru mendekatkan diri. Meski suhu rendah, tubuh Henrik tetap hangat dan ia tidak pernah mengenakan pakaian tebal. Dua jam kemudian, Henrik terbangun. Nina sempat tertidur, namun terjaga ketika merasakan sentuhan lembut di wajahnya. “Kau suka pancake?” “Um… ya, aku menyukainya, baik yang asin maupun yang manis.” “Aku akan membuatnya untuk kita.” “Kau berniat mengambil alih dapurnya Helena?” “Tentu. Dia sering menggunakan dapurku untuk membuat popcorn ketika ia ‘mencurimu’ dariku, dan aku tidak pernah menge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD