BAB 49

920 Words

Nina berbaring di ranjang rumah sakit. Televisi menyala di saluran acak, dan Henrik sedang mengurus sesuatu di ponselnya. Ada ketukan di pintu, dan Nina mengira itu perawat, jadi dia tetap seperti tadi, tapi terkejut ketika dua polisi masuk. Tatapan Henrik jatuh pada pahanya yang terbuka, dan Nina langsung paham maksudnya. Ia menarik selimut menutupi dirinya. “Selamat malam.” Henrik tidak menjawab. Ia menyimpan ponselnya dan duduk di samping istrinya. Gadisnya gemetar. “Tidak apa-apa, tenang,” bisiknya di telinga Nina. “Bisakah kami bicara dengan nona ini saja?” “Itu nyonya, dia istriku.” “Ada perlu apa?” Sekarang gilirannya Nina bertanya. “Akan lebih baik kalau kita bicara tanpa kehadiran suami Anda.” “Aku tidak akan pergi.” Nina merasakan tubuh Henrik menegang di sebelahnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD