Pelabuhan Terakhir

2432 Words

Hanya sepuluh hari. Angka itu berputar-putar di kepala Marsha seperti jam pasir yang ditumpahkan terlalu cepat. Kalandra masih di dalam Gedung bersama Bimo menemui seorang Panglima TNI untuk pembicaraan terakhir yang, entah kenapa, selalu terasa lebih berat daripada sidang itu sendiri. Dari balik kaca mobil, Marsha melihat kerumunan di depan gedung markas, deret wartawan dengan mikrofon terangkat, kamera menyala, kilatan lampu yang berkejaran, dan spanduk-spanduk kecil bertuliskan dukungan. Pertanyaan bersahutan tentang banding, tentang penugasan, tentang masa depan bercampur teriakan warga yang menyebut nama Kalandra dengan lantang, seolah menahannya agar tidak pergi sendirian. Marsha menelan napas. Di antara bising itu, wajah Kalandra muncul dikawal rapat dengan senyum tipisnya tenang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD