Benteng yang Kuat

2085 Words

Di penghujung hari, ketika langit Jakarta mulai berubah warna menjadi jingga lembut yang perlahan turun ke biru gelap, Gabriel mengirim pesan singkat pada Anaya bahwa ia akan menjemputnya untuk makan malam. Siang tadi ia memang kembali ke markas besar untuk menyelesaikan beberapa rapat yang diwakilkan pada Raka, dan Anaya tahu betul bahwa suaminya bukan tipe pria yang mudah menggeser prioritas kecuali ada alasan tertentu. Dan Gabriel menjanjikan makan malam diluar bersama, jadi sekarang ini Anaya berdandan sembari menunggu kepulangan sang suami. Ting! Suara ponsel berbunyi. Mas Gabriel: Saya menunggu di loby, kamu turun kalau sudah selesai bersiap. Jangan buru-buru Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat, entah kenapa. “Jangan jatuh cinta, Nay, tenang, tenang, dia emang ganteng gagah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD