Kalandra dan Marsha

2911 Words

Tidak berbeda jauh dengan kehidupan Gabriel, Kalandra dan juga Marsha tengah dikerumuni oleh kebahagiaan yang terasa riuh, hangat, dan nyaris tak memberi ruang untuk hening. Rumah besar itu sore ini dipenuhi suara kecil yang berlarian dari satu sudut ke sudut lain, seperti angin yang tak bisa ditangkap. Kalandra kini menantikan anak kedua. Perut Marsha sudah memasuki bulan kelima, membulat anggun di balik gaun rumahnya yang longgar dan lembut. Sementara itu, pusat kegaduhan rumah justru berada pada satu sosok botak mengilap yang hampir berusia tiga tahun. Sanjaga. Baru saja selesai dimandikan oleh Bibi Nida, tubuh kecilnya yang harum sabun bayi itu langsung melesat keluar kamar mandi. “Tuan Muda jangan lari-lari begitu, nanti jatuh!” seru Bibi Nida dari belakang dengan nada cemas. “Nd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD