“Kenapa kamu ingin bekerja? Padahal liburan lebih seru. Apalagi baru sehari di sini, kan? Belum ke mana-mana,” tanya Ranu, nada bicaranya sangat tenang tapi tegas. “Aku ingin tetap produktif, Mas. Eh—maksudnya pak,” jawab Aura, agak gugup. Ia sempat bingung, sih, mau memanggil Ranu dengan sebutan apa. Bagaimana tidak, di kosan pria itu memang tetangga barunya yang terang-terangan ingin dipanggil mas. Masalahnya di sini pria itu calon bosnya. Calon bosnya? Itu pun kalau diterima. Takutnya first impression Ranu terhadap Aura telanjur buruk karena tadi malam Aura sempat nyinyir tentang piring kotor yang tidak langsung dicuci. Sebenarnya Aura bukan bermaksud nyinyir, ia hanya spontan mengatakannya. Sungguh, tak ada maksud apa-apa. “Enggak apa-apa, panggil saya mas aja,” ucap Ranu kemudian.

