“Pak! Awas!” Sebuah teriakan nyaring membelah siang yang muram, namun semua sudah terlambat. Sebuah SUV hitam melaju kencang, lalu mengerem mendadak. Ban mencicit, tubuh Ferdy terpental ke udara setelah terserempet di sisi depan. Tubuhnya jatuh menghantam aspal, berguling pelan sebelum akhirnya terkapar tak bergerak. “Ya Tuhan … ya Tuhan …” Sopir itu panik, wajahnya pucat pasi seperti dilucuti darahnya. Ia membuka pintu dan lari mendekat ke tubuh Ferdy yang tergeletak. Tangannya gemetar, napasnya putus-putus. “Saya nggak lihat, Tuhan … saya nggak lihat .…” Dari dalam mobil, seorang wanita paruh baya membuka pintu dengan cepat. Gaun kremnya terangkat sedikit karena langkah terburu-buru. Kamelia turun dengan panik, menyusulnya seorang pria elegan berambut perak, Aksa, dengan ekspresi was

