Kamelia menepuk tangan kecil sambil tersenyum hangat. “Hahaha, itu wajar, Nak. Aku senang melihatmu begitu nyaman. Tapi kalau soal lamaran, ya … aku penasaran juga. Ferdy, kamu sudah siap membicarakan ini, kan?” Ferdy tersenyum sambil menggenggam tangan Zola. “Iya, Ma. Aku memang ingin mempercepat niatku. Aku yakin, aku ingin melamar Zola menjadi istriku. Aku ingin semuanya berjalan lancar, dan aku ingin Zola nyaman.” Kamelia menatap keduanya, matanya berbinar. “Alhamdulillah, Nak. Aku senang mendengar itu. Semoga semua berjalan lancar, ya. Sebagai ibu, aku hanya ingin kalian berdua bahagia.” Ia tersenyum lembut sambil meletakkan tangan di d**a, seakan memberikan doa yang tulus dari hati. Zola tersenyum, merasa hangat oleh doa dan perhatian Kamelia. “Terima kasih, Tante. Doa Tante selal

