Menemui Calon Mertua.

1217 Words

Sore itu Jakarta terasa hangat, dengan cahaya matahari yang mulai menurun dan memantul di jendela-jendela gedung tinggi. Zola menutup laptopnya di kantor, menarik napas panjang, dan memutuskan untuk tidak kembali ke apartemen. Ia ingin menggunakan sisa sore ini dengan cara berbeda, lebih santai, jauh dari tekanan laporan keuangan, klien, dan angka-angka yang tak henti mengejar pikirannya. “Nanti aku mampir sebentar ke rumah keluarga Ferdy,” gumamnya sambil mengatur tasnya. Pikirannya berlari-lari ke calon mertuanya—Kamelia—yang selalu terlihat hangat dan ramah setiap kali bertemu. Ia ingin menyapa sekaligus menyelami suasana rumah sebelum Ferdy menjemputnya nanti. Tak lama kemudian, Zola melangkah ke mobil hitam yang diparkir di luar kantor. Namun, kali ini bukan Ferdy yang mengendarai,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD