(++) Setelah Acara Tunangan.

1383 Words

Sore itu, langit mulai memerah, cahaya senja menembus jendela teras belakang rumah Diamanta. Angin lembut membawa aroma bunga dari taman kecil yang dirawat dengan penuh telaten. Di kursi kayu panjang yang menghadap taman, Zola duduk berdampingan dengan Ferdy. Cincin berlian yang baru saja melingkari jarinya memantulkan cahaya lembut, menciptakan kilau yang seakan menegaskan kenyataan baru dalam hidup mereka. Zola menatap cincin itu lama, jari-jari mungilnya bergerak pelan, seolah ingin meyakinkan diri sendiri bahwa semua yang terjadi bukan mimpi. Ia menghela napas, melepaskan ketegangan yang menumpuk sejak persiapan tunangan hingga pesta sore tadi. “Aku masih nggak percaya semua ini nyata,” katanya pelan, suaranya hampir tenggelam oleh desiran angin. Matanya menatap jari yang kini dihias

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD