Restu Dari Kamelia.

1111 Words

Ketika kapas menyentuh luka di pipi Ferdy, Zola meringis lebih parah daripada si empunya luka. Air matanya menetes begitu saja, jatuh di atas punggung tangan Ferdy. “Aduh, sakit.” Ferdy meringis kecil, tapi bukannya mengeluh, ia malah mengangkat tangan untuk menyeka pipi Zola. “Kenapa kamu yang nangis, hah? Aku yang babak belur, kamu yang heboh.” Zola menggigit bibir. “Aku yang bikin kamu sampai kayak gini. Kalau bukan gara-gara aku, kamu nggak mungkin harus berantem sama dia. Semua salah aku.” “Kamu salah karena apa?” Ferdy menatap lurus, suaranya lembut tapi penuh tekanan. “Salah karena bikin aku peduli sama kamu? Salah karena aku nggak sanggup lihat kamu ditarik-tarik kayak barang? Kalau itu salah, ya sudah, aku terima salahnya. Tapi jangan pernah nyalahin diri kamu lagi, La.” Kapas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD