(++) Malam Panas.

1135 Words

Dengan satu gerakan, Jafran mengangkat tubuh Gina ke atas meja marmer di sisi ruangan, menyibakkan taplak putih yang tergeser saat tubuh perempuan itu direbahkan. Pundaknya dicium, lalu lehernya, dan saat kemeja terlepas dari tubuhnya, Gina tidak menyembunyikan reaksi. Desahannya keluar pelan, tidak dibuat-buat. Ia ingin merasakannya. Ingin tahu rasanya disentuh bukan hanya karena tubuhnya, tapi karena ia membuat pria seperti Jafran kehilangan kendali. “Cium aku di mana kamu mau,” ucap Gina dengan mata setengah tertutup. “Tapi pastikan kamu tahu … aku tidak mudah puas hanya dengan janji.” Jafran menatapnya sejenak, lalu terkekeh rendah. “Kamu akan jadi candu. Aku bisa lihat itu dari caramu bicara.” Ia menunduk, mencium d**a Gina yang telanjang, mengecap setiap lekuk seakan ingin mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD