Jejak Aroma Parfum

1123 Words

Malam sudah sangat larut ketika Gina membuka pintu kontrakan kecilnya. Suara engsel pintu berderit pelan, seolah ikut ragu menyambut kepulangannya. Udara dalam ruangan itu lembap dan diam. Tak ada kehangatan, hanya bau karpet lama dan dinding lembap yang sudah bersahabat dengan waktu. Lampu ruang tengah menyala temaram. Cahaya kuning pucat itu menyinari tubuh Ferdy yang tertidur di kursi kayu dekat dapur, dengan kepala bersandar ke dinding. Ia masih mengenakan kaus putih lusuh dan celana olahraga, seperti belum berganti sejak pagi. Nafasnya pelan, stabil, tapi terlihat lelah. Di sebelahnya, ada sepiring nasi dan telur dadar yang sudah dingin dan mengering di tepi piring. Gina berdiri mematung di ambang pintu. Ia tidak langsung masuk. Ia hanya memandangi punggung laki-laki itu, suaminya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD