Undangan Pernikahan

1026 Words

Kertas undangan berlapis doff itu begitu halus ketika jari Zola menyusuri setiap sudutnya. Di permukaannya, foto dirinya dan Ferdy terpampang manis dalam balutan busana formal yang elegan. Ia mengenakan gaun putih sederhana dengan rambut digelung rendah, sementara Ferdy tampak gagah dalam jas hitam dengan dasi abu-abu. Senyum mereka, terekam seolah tak dibuat-buat—senyum dua orang yang memang menemukan rumah satu sama lain. Undangan itu bukan hanya kertas, melainkan simbol perjalanan panjang. Zola menatapnya lama di meja kantornya, bahkan lupa sejenak pada tumpukan berkas yang harus ia revisi. Karyawan yang kebetulan lewat pun ikut melirik, beberapa bahkan tak bisa menahan komentar kecil. “Wah, cantik banget fotonya, Mbak,” ucap salah seorang staf sambil tersenyum. Zola hanya mengangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD